Total Tayangan Halaman

Rabu, 16 Desember 2009

gdubrak....
seketika aku tersentak.
antum marah banget ya ukhti ( aku bergumam dalam hati )
bingung apa yang harus keluar dari bibir ini. mo ngomong percuma keadaan wida lagi emosi berat nih...
diam, gk enak juga secra di depan meja ana banget tu kejadian.

terpaksa untuk seejenak ditahan juga emosi yang hampir ikut-ikutan jebol.
wida mulai terisak, ada kata yang keluar disela isak tangisnya
" kenapa juga gx ada yang kasi tahu kalau kita gx jadi berangkat".
Busyet.. jadi ni anak gx tahu kalau keberangkaan kami di tunda. dan...
Bersambung

Kamis, 10 Desember 2009

Jangan Putus Asa Dalam Berdo'a...

Jangan Putus Asa Dalam Berdo'a...

Janganlah membuatmu putus asa dalam mengulang doa-doa, ketika Allah menunda ijabah doa itu

Ibnu Athaillah as-Sakandari mengingatkan kepada kita semua agar kita tidak berputus asa dalam berdoa.Mengapa demikian? Karena nafsu manusia seringkali muncul ketika Allah menunda ijabah atau pengabulan doa-doa kita. Dalam kondisi demikian manusia seringkali berputus asa, dan merasa bahwa doanya tidak dikabulkan. Sikap putus asa itu disebabkan karena manusia merasa bahwa apa yang dijalankan melalui doanya itu, akan benar-benar memunculkan pengabulan dan Allah.Tanpa disadari bahwa ijabah itu adalah Hak Allah bukan hak hamba. Dalam situasi keputusasaan itulah hamba Allah cenderung mengabaikan munajatnya sehingga ia kehilangan hudlur (hadir) bersama Allah.

Dalam ulasannya terhadap wacana di atas, Syekh Zaruq menegaskan, bahwa tipikal manusia dalam konteks berdoa ini ada tiga hal:

Pertama, seseorang menuju kepada Tuhannya dengan kepasrahan total, sehingga ia meraih ridha-Nya. Hamba ini senantiasa bergantung dengan-Nya, baik doa itu dikabulkan seketika maupun ditunda. la tidak peduli apakah doa itu akan dikabulkan dalam waktu yang panjang atau lainnya.

Kedua, seseorang tegak di depan pintu-Nya dengan harapan penuh pada janji-Nya dan memandang aturan-Nya. Hamba ini masih kembali pada dirinya sendiri dengan pandangan yang teledor dan syarat-syarat yang tidak terpenuhi, sehingga mengarah pada keputusasaan dalam satu waktu, namun kadang-kadang penuh harapan optimis. Walaupun hasratnya sangat ringan, toh syariatnya menjadi besar dalam hatinya.

Ketiga, seseorang yang berdiri tegak di pintu Allah namun disertai dengan sejumlah cacat jiwa dan kealpaan, dengan hanya menginginkan keinginannya belaka tanpa mengikuti aturan dan hikmah. Orang ini sangat dekat dengan keputusasaan, kadang-kadang terjebak dalam keragu-raguan, kadang-kadang terlempar dijurang kebimbangan. Semoga Allah mengampuninya.

Syekh Abu Muhammad Abdul Aziz al-Mahdawi mengatakan, �Siapa pun yang tidak menyerahkan pilihannya dengan suka rela kepada Allah Ta'ala, maka orang tersebut terkena istidraj (sanjungan yang terhinakan). Orang tersebut termasuk golongan mereka yang disebut oleh Allah: �Penuhilah kebutuhannya, karena Aku benci mendengarkan keluhannya.� Tetapijika seseorang memasrahkan pada pilihan Allah, bukan pilihan dirinya, maka otomatis doanya telah terkabul, walaupun beium terwujud bentuknya. Sebab amal itu sangat tergantung pada saat akhirnya.
Wacana di atas dilanjutkan:

Allahlah yang menjamin ijabah doa itu menurut pilihan-Nya padamu, bukan menurut pilihan seleramu, kelak pada waktu yang dikehendaki-Nya, bukan menurut waktu yang engkau kehen-daki.

Seluruh doa hamba pasti dijamin pengabulannya. Sebagaimana dalam firman Allah :
'Berdoalah kepada-Ku, niscaya Aku akan mengabulkan bagimu.

Allah menjamin pengabulan itu melalui janji-Nya. Janji itu jelas bersifat mutlak. Hanya saja dalam ayat tersebut Allah tidak menfirmankan dengan kata-kata,menurut tuntutanmu, atau menurut waktu yang engkau kehendaki, atau menurut kehendakmu itu sendiri.

Dalam hadits Rasutullah SAW bersabda: Tak seorang pun pendoa, melainkan ia berada di antara salah satu dari tiga kelompok ini: Kadang ia dipercepat sesuai dengan permintaannya, atau ditunda (pengka-bulannya) demi pahalanya, atau ia dihindarkan dari keburukan yang menimpanya. (HR. Imam Ahmad dan AI-Hakim).

Dalam hadits lain disebutkan,Doa di antara kalian bakal di ijabahi, sepanjang kalian tidak tergesa-gesa, (sampai akhirnya) seseorang mengatakan, Aku telah berdoa, tapi tidak diijabahi untukku. (HR. Bukhari-Muslim)

Dalam menafsiri suatu ayat Telah benar-benar doa kalan berdua di ijabahi maksudnva baru 40 tahun diijabahi doanya. Menurut Syekh Abul Hasan asy-Syadzili, perihal firman Allah: Maka hendaknya kalian berdua istiqamah, maksudnya adalah tidak tergesa-gesa. Sedangkan ayat, Dan janganlah kalian mengikuti jalannya orang-orang yang tidak mengetahui, maksudnya adalah orang-orang yang menginginkan agar disegerakan ijabah doanya. Bahwa ijabah doa itu diorientasikan pada pilihan Allah, baik dalam bentuk yang riil ataupun waktunya, semata karena tiga hal:

Pertama, karena kasih sayang dan pertolongan Allah pada hamba-Nya. Sebab Allah Maha Murah, Maha Asih dan Maha Mengetahui. Dzat Yang Maha Murah apabila dimohon oleh orang yang memuliakan-Nya, ia akan diberi sesuatu yang lebih utama menurut Kemahatahuan-Nya. Sementara seorang hamba itu pada dasarnya bodoh terhadap mana yang baik dan yang lebih bermashlahat. Terkadang seorang hamba itu mencintai sesuatu padahal sesuatu itu buruk baginya, dan terkadang ia membenci sesuatu padahal yang dibenci itu lebih baik baginya. Inilah yang seharusnya difahami pendoa.

Kedua, bahwa sikap tergantung pada pilihan Allah itu merupakan sikap yang bisa mengabadikan hukum-hukum ubudiyah, di samping lebih mengakolikan wilayah rububiyah. Sebab manakala suatu ijabah doa itu tergantung pada selera hamba dengan segala jaminannya, niscaya doa itu sendiri lebih mengatur Allah. Dan hal demikian suatu tindakan yang salah.

Ketiga, doa itu sendiri adalah ubudiyah. Rahasia doa adalah menunjukkan betapa seorang hamba itu serba kekurangan. Kalau saja ijabah doa itu menurut keinginan pendoanya secara mutlak, tentu bentuk serba kurang itu tidak benar. Dengan demikian pula, rahasia taklif (kewajiban ubudiyah) menjadi keliru, padahal arti dari doa adalah adanya rahasia taklij'itu sendiri. Oleh sebab itu, lbnu Athaillah as-Sakandari menyatakan pada wacana selanjutnya:

Janganlah membuat dirimu ragu pada janji Allah atas tidak terwujudnya sesuatu yang dijanjikan Allah, walaupun waktunya benar-benar nyata.

Maksudnya, kita tidak boleh ragu pada janji Allah. Terkadang Allah memperlihatkan kepada kita akan terjadinya sesuatu yang kita inginkan dan pada waktu yang ditentukan. Namun tiba-tiba tidak muncul buktinya. Kenyataan seperti itu jangan sampai membuat kita ragu-ragu kepada janji Allah itu sendiri. Allah mempunyai maksud tersendiri dibalik semua itu, yaitu melanggengkan rububiyah atas ubudiyah hamba-Nya. Syarat-syarat ijabah atasjanji-Nya, terkadang tidak terpenuhi oleh hamba-Nya. Karena itu Allah pun pernah menjanjikan pertolongan kepada Nabi-Nya Muhammad SAW dalam perang Uhud dan Ahzab serta memenangkan kota Mekkah. Tetapi Allah menutupi syarat-syarat meraih pertolongan itu, yaitu syarat adanya sikap merasa hina di hadapan Allah yang bisa menjadi limpahan pertolongan itu sendiri. Sebab Allah berfirnian dalam At-Taubah: Allah benar-benar menolongmu pada Perang Badar, ketika kamu sekalian merasa hina .

Kenapa demikian? Sebab sikap meragukan janji Allah itu bisa mengaburkan pandangan hati kita terhadap karunia Allah sendiri. As-Sakandari meneruskan:

Agar sikap demikian tidak mengaburkan mata hatimu dan meredupkan cahaya rahasia batinmu.

Bahwa disebut di sana padanya pengaburan mata hati dan peredupan cahaya rahasia batin, karena sikap skeptis terhadap Allah itu, akan menghilangkan tujuan utama dan keleluasaan pandangan pengetahuan dibalik janji Allah itu.

Lelaki Rupawan

Ada damai
Diam....,
Dalam indahnya pagi ini
Coba menerka-nerka
Seindah apakah wajahmu

Rupawan...
Itu kata mereka...
Berbunga-bunga bak taman nan indah
Menelisik Qalbu ini
Ketika ku Coba bayangkan
Betapa rupawannya wajahmu

Dalam diam
Kunikmati Pesonamu
Dalam tunduk
Kuakui Kemuliaanmu
Dalam Cinta
Kumerindumu

Dalam hidup
Kucoba
Berada sejalan
Dalam naungan Cinta-NYA
Belajar lewat cara mu
Mencintai-NYA

Lewat Cintamu,
Kupun Belajar mencinta
Hanya pada Cinta yang kau tuju pun
Aku ikut larut
Menapaki jalan-jalan
Yang sama indah

Lewat nestapa badan yang kau rasa
Kau nikmati cinta-NYA
Kau agungkan sang maha Agung

Tegar hatimu
Lebih Tegar dari batu karang
Yang abadi di lautan

Kemuliaan
Menaungimu
Kesalihan,itu pribadimu
Ketatan itu aqhlakmu
Pada-NYA

Duhai
Lelaki Rupawan Kekasih Allah
Dambaan Syurga
Pelipur manusia dari nestap

Tetap tegar di sanubari Sang Insan
Penguat Raga
Penyejuk Jiwa
Sang Penjaga Kemulian DAkwah.

Rabu, 09 Desember 2009

Damai Nan Indah

Damai detik ini
Sejuk
Bak kipas- kipas yang bergerak
Menyejukkan Qalbu
Nan sejenak menikmati damai detik ini

Ada damai yang sempat terlupa selama ini
Merah Cinta-NYA hari ini
Menyadarkan ku
Bahwa
Aku masi punya nafas
Sesaat untuk detik ini

Ada nikmat yang aku lupa


Ternyata Cinta-NYA
Tetap setia pada detik-detik nafasku.

Jangan Pernah Menyerah Karena Kegagalan

Setiap manusia pasti pernah merasakan kegagalan , kekecewaan atau sejenisnya. Namun setiap manusia memiliki respon yang berbeda dari peristiwa kegagalannya tersebut. Beda seorang pemenang dan pecundang adalah sikap mereka dalam merespon kegagalan tersebut. Seorang yang pemenang bukanlah orang yang tidak pernah merasakan kegagalan, namun mereka mampu bangkit kembali dari kegagalan tersebut sekaligus menjadikan peristiwa kegagalannya sebagai sebuah pelajaran yang berharga. Mereka mampu mengatasi tekanan berat dari peristiwa kegagalannya tersebut.

Berikut ini beberapa tips untuk mengatasi kegagalan yang kita alami:

1.mencoba melakukan hal yang positif
Cobalah alihkan pikiran anda dengan menyibukkan diri melakukan hal-hal yang positif. Misalnya menyapu halaman rumah, menyiram tanaman di kebun, membaca buku-buku yang menarik, dan lain sebagainya. Lakukan tindakan dimana anda adalah penguasa hidup anda.
Lakukan sesuatu yang berharga untuk orang lain. Bantulah orang lain. Layanilah orang lain. Kemudian lihatlah bagaimana anda bisa bermanfaat dan dapat menolong orang lain. Setelah itu berpikir dan merenunglah sejenak betapa anda mampu memberikan banyak manfaat dan dapat menolong banyak orang, sekarang waktunya anda menolong DIRI ANDA!

2.Kegagalan itu untuk di terima dan diakui
Tidak perlu mencari kambing hitam untuk disalahkan sebagai penyebab kegagalan. Masa lalu, situasi , lingkungan atau orang tua bukanlah faktor2 penyebab dominan dari kegagalan (kecil kemungkinan terjadi) . Kita sendirilah yg bertanggung jawab atas setiap kegagalan yang terjadi . Menyalahkan situasi atau orang lain hanyalah usaha untuk melarikan diri dari kenyataan. Langkah yang paling bijak adalah menerimanya sebagai kenyataan dan kita harus mengakui kegagalan2 tersebut. Hanya dengan mengakui dan menerimanya, beban akibat kegagalan akan terasa lebih ringan dan kita akan segera siap untuk meninggalkan kegagalan.

3.Kegagalan bukanlah alasan untuk berhenti
Adakah bayi yang langsung bisa berjalan dengan normal? Setiap bayi pernah merasakan jatuh ketika belajar berjalan. Yang membuat bayi pada akhirnya bisa berjalan normal adalah kegigihannya untuk tidak pernah berhenti mencoba berjalan kendatipun seringkali tersungkur. Jadikanlah diri anda layaknya seorang bayi yang baru belajar berjalan, jatuh / gagal adalah proses pembelajaran sampai anda benar-benar berhasil. Yang terpenting bukan berapa kali kita jatuh melainkan seberapa kuat mental kita untuk kemudian bangkit kembali setelah kejatuhan tersebut.

4.Kegagalan merupakan pelajaran yang berharga
Orang bijak mengatakan, ‘Kegagalan adalah pelajaran yang paling berharga’.
Maka jangan cuma menyesali dan meratapinya, belajarlah dari kegagalan-kegagalan yang anda alami. Pelajari mengapa anda sampai gagal. Sehingga di lain waktu anda bisa lebih hati-hati dalam setiap tindakan. Dan kegagalan yang lalu tidak akan terulang lagi pada diri anda. Konon keledai yg terkenal dungu itu tidak pernah jatuh untuk kedua kali kedalam lubang yg sama. Apalagi manusia yg dikaruniai kemapuan untuk belajar . Kita bisa menrik pelajaran dari setiap kegagalan yg kita alami.Seorang bussinesman yang gagal ketika memulai usaha bisa belajar dan mengevaluasi kegagalannya. Seorang pembalap yang kalah bisa belajar dari kekalahannya sehingga ketika balapan berikutnya bisa mengalami kemenangan. Maka kita pun bisa belajar dari kegagalan yang dialami untuk kemudian dijadikan pelajaran supaya tidak terulang.

Kesimpulannya: jangan sekalipun anda menyerah oleh kegagalan!! kesuksesan mungkin tidak akan diperoleh dengan sekali perjuangan, namun merupakan rangkaian kerja keras, pembelajaran dan usaha terus menerus. Sukses bukan hanya faktor kemampuan semata, lebih dari itu keuletan dan kesabaran merupakan faktor yang paling dominan. so... tetap semangat dan jangan lupa tetaplah bertawakal pada ALLAH

Minggu, 06 Desember 2009

Lekuk Yang Indah

Memang tak beraturan
Beraturan pada satu garis lurus
Kadang kekiri, lalu kekanan
Kadang rapi
Tapi tak diragukan kadang semerawut.

Acapkali ketika itu tergores
Tak dpat dihapus
kufikir....
ku diam...
bosan...

berhenti
mandek
Istirahat mungkin...

tapi lekuk itu tetap akan
Tak beraturan.

Karna yng tak lurus itu kadang2 indah
Walau kadang-kadang menyusahkan
biarlah pena warna kehidupan ini
tetap bergerak

Mungkin
Terkadang membentuk garis lurus
Tapi pasti
Nantipun akan mengukir garis lekuk

Lihatlah...
kini guratan2 itu
membentuk lekuk-lekuk yang indah
Kaya seni
Sarat makna

Duhai lekuk-lekuk
Garis hidup yang indah.