gdubrak....
seketika aku tersentak.
antum marah banget ya ukhti ( aku bergumam dalam hati )
bingung apa yang harus keluar dari bibir ini. mo ngomong percuma keadaan wida lagi emosi berat nih...
diam, gk enak juga secra di depan meja ana banget tu kejadian.
terpaksa untuk seejenak ditahan juga emosi yang hampir ikut-ikutan jebol.
wida mulai terisak, ada kata yang keluar disela isak tangisnya
" kenapa juga gx ada yang kasi tahu kalau kita gx jadi berangkat".
Busyet.. jadi ni anak gx tahu kalau keberangkaan kami di tunda. dan...
Bersambung
Total Tayangan Halaman
Rabu, 16 Desember 2009
Kamis, 10 Desember 2009
Jangan Putus Asa Dalam Berdo'a...
Jangan Putus Asa Dalam Berdo'a...
Janganlah membuatmu putus asa dalam mengulang doa-doa, ketika Allah menunda ijabah doa itu
Ibnu Athaillah as-Sakandari mengingatkan kepada kita semua agar kita tidak berputus asa dalam berdoa.Mengapa demikian? Karena nafsu manusia seringkali muncul ketika Allah menunda ijabah atau pengabulan doa-doa kita. Dalam kondisi demikian manusia seringkali berputus asa, dan merasa bahwa doanya tidak dikabulkan. Sikap putus asa itu disebabkan karena manusia merasa bahwa apa yang dijalankan melalui doanya itu, akan benar-benar memunculkan pengabulan dan Allah.Tanpa disadari bahwa ijabah itu adalah Hak Allah bukan hak hamba. Dalam situasi keputusasaan itulah hamba Allah cenderung mengabaikan munajatnya sehingga ia kehilangan hudlur (hadir) bersama Allah.
Dalam ulasannya terhadap wacana di atas, Syekh Zaruq menegaskan, bahwa tipikal manusia dalam konteks berdoa ini ada tiga hal:
Pertama, seseorang menuju kepada Tuhannya dengan kepasrahan total, sehingga ia meraih ridha-Nya. Hamba ini senantiasa bergantung dengan-Nya, baik doa itu dikabulkan seketika maupun ditunda. la tidak peduli apakah doa itu akan dikabulkan dalam waktu yang panjang atau lainnya.
Kedua, seseorang tegak di depan pintu-Nya dengan harapan penuh pada janji-Nya dan memandang aturan-Nya. Hamba ini masih kembali pada dirinya sendiri dengan pandangan yang teledor dan syarat-syarat yang tidak terpenuhi, sehingga mengarah pada keputusasaan dalam satu waktu, namun kadang-kadang penuh harapan optimis. Walaupun hasratnya sangat ringan, toh syariatnya menjadi besar dalam hatinya.
Ketiga, seseorang yang berdiri tegak di pintu Allah namun disertai dengan sejumlah cacat jiwa dan kealpaan, dengan hanya menginginkan keinginannya belaka tanpa mengikuti aturan dan hikmah. Orang ini sangat dekat dengan keputusasaan, kadang-kadang terjebak dalam keragu-raguan, kadang-kadang terlempar dijurang kebimbangan. Semoga Allah mengampuninya.
Syekh Abu Muhammad Abdul Aziz al-Mahdawi mengatakan, �Siapa pun yang tidak menyerahkan pilihannya dengan suka rela kepada Allah Ta'ala, maka orang tersebut terkena istidraj (sanjungan yang terhinakan). Orang tersebut termasuk golongan mereka yang disebut oleh Allah: �Penuhilah kebutuhannya, karena Aku benci mendengarkan keluhannya.� Tetapijika seseorang memasrahkan pada pilihan Allah, bukan pilihan dirinya, maka otomatis doanya telah terkabul, walaupun beium terwujud bentuknya. Sebab amal itu sangat tergantung pada saat akhirnya.
Wacana di atas dilanjutkan:
Allahlah yang menjamin ijabah doa itu menurut pilihan-Nya padamu, bukan menurut pilihan seleramu, kelak pada waktu yang dikehendaki-Nya, bukan menurut waktu yang engkau kehen-daki.
Seluruh doa hamba pasti dijamin pengabulannya. Sebagaimana dalam firman Allah :
'Berdoalah kepada-Ku, niscaya Aku akan mengabulkan bagimu.
Allah menjamin pengabulan itu melalui janji-Nya. Janji itu jelas bersifat mutlak. Hanya saja dalam ayat tersebut Allah tidak menfirmankan dengan kata-kata,menurut tuntutanmu, atau menurut waktu yang engkau kehendaki, atau menurut kehendakmu itu sendiri.
Dalam hadits Rasutullah SAW bersabda: Tak seorang pun pendoa, melainkan ia berada di antara salah satu dari tiga kelompok ini: Kadang ia dipercepat sesuai dengan permintaannya, atau ditunda (pengka-bulannya) demi pahalanya, atau ia dihindarkan dari keburukan yang menimpanya. (HR. Imam Ahmad dan AI-Hakim).
Dalam hadits lain disebutkan,Doa di antara kalian bakal di ijabahi, sepanjang kalian tidak tergesa-gesa, (sampai akhirnya) seseorang mengatakan, Aku telah berdoa, tapi tidak diijabahi untukku. (HR. Bukhari-Muslim)
Dalam menafsiri suatu ayat Telah benar-benar doa kalan berdua di ijabahi maksudnva baru 40 tahun diijabahi doanya. Menurut Syekh Abul Hasan asy-Syadzili, perihal firman Allah: Maka hendaknya kalian berdua istiqamah, maksudnya adalah tidak tergesa-gesa. Sedangkan ayat, Dan janganlah kalian mengikuti jalannya orang-orang yang tidak mengetahui, maksudnya adalah orang-orang yang menginginkan agar disegerakan ijabah doanya. Bahwa ijabah doa itu diorientasikan pada pilihan Allah, baik dalam bentuk yang riil ataupun waktunya, semata karena tiga hal:
Pertama, karena kasih sayang dan pertolongan Allah pada hamba-Nya. Sebab Allah Maha Murah, Maha Asih dan Maha Mengetahui. Dzat Yang Maha Murah apabila dimohon oleh orang yang memuliakan-Nya, ia akan diberi sesuatu yang lebih utama menurut Kemahatahuan-Nya. Sementara seorang hamba itu pada dasarnya bodoh terhadap mana yang baik dan yang lebih bermashlahat. Terkadang seorang hamba itu mencintai sesuatu padahal sesuatu itu buruk baginya, dan terkadang ia membenci sesuatu padahal yang dibenci itu lebih baik baginya. Inilah yang seharusnya difahami pendoa.
Kedua, bahwa sikap tergantung pada pilihan Allah itu merupakan sikap yang bisa mengabadikan hukum-hukum ubudiyah, di samping lebih mengakolikan wilayah rububiyah. Sebab manakala suatu ijabah doa itu tergantung pada selera hamba dengan segala jaminannya, niscaya doa itu sendiri lebih mengatur Allah. Dan hal demikian suatu tindakan yang salah.
Ketiga, doa itu sendiri adalah ubudiyah. Rahasia doa adalah menunjukkan betapa seorang hamba itu serba kekurangan. Kalau saja ijabah doa itu menurut keinginan pendoanya secara mutlak, tentu bentuk serba kurang itu tidak benar. Dengan demikian pula, rahasia taklif (kewajiban ubudiyah) menjadi keliru, padahal arti dari doa adalah adanya rahasia taklij'itu sendiri. Oleh sebab itu, lbnu Athaillah as-Sakandari menyatakan pada wacana selanjutnya:
Janganlah membuat dirimu ragu pada janji Allah atas tidak terwujudnya sesuatu yang dijanjikan Allah, walaupun waktunya benar-benar nyata.
Maksudnya, kita tidak boleh ragu pada janji Allah. Terkadang Allah memperlihatkan kepada kita akan terjadinya sesuatu yang kita inginkan dan pada waktu yang ditentukan. Namun tiba-tiba tidak muncul buktinya. Kenyataan seperti itu jangan sampai membuat kita ragu-ragu kepada janji Allah itu sendiri. Allah mempunyai maksud tersendiri dibalik semua itu, yaitu melanggengkan rububiyah atas ubudiyah hamba-Nya. Syarat-syarat ijabah atasjanji-Nya, terkadang tidak terpenuhi oleh hamba-Nya. Karena itu Allah pun pernah menjanjikan pertolongan kepada Nabi-Nya Muhammad SAW dalam perang Uhud dan Ahzab serta memenangkan kota Mekkah. Tetapi Allah menutupi syarat-syarat meraih pertolongan itu, yaitu syarat adanya sikap merasa hina di hadapan Allah yang bisa menjadi limpahan pertolongan itu sendiri. Sebab Allah berfirnian dalam At-Taubah: Allah benar-benar menolongmu pada Perang Badar, ketika kamu sekalian merasa hina .
Kenapa demikian? Sebab sikap meragukan janji Allah itu bisa mengaburkan pandangan hati kita terhadap karunia Allah sendiri. As-Sakandari meneruskan:
Agar sikap demikian tidak mengaburkan mata hatimu dan meredupkan cahaya rahasia batinmu.
Bahwa disebut di sana padanya pengaburan mata hati dan peredupan cahaya rahasia batin, karena sikap skeptis terhadap Allah itu, akan menghilangkan tujuan utama dan keleluasaan pandangan pengetahuan dibalik janji Allah itu.
Janganlah membuatmu putus asa dalam mengulang doa-doa, ketika Allah menunda ijabah doa itu
Ibnu Athaillah as-Sakandari mengingatkan kepada kita semua agar kita tidak berputus asa dalam berdoa.Mengapa demikian? Karena nafsu manusia seringkali muncul ketika Allah menunda ijabah atau pengabulan doa-doa kita. Dalam kondisi demikian manusia seringkali berputus asa, dan merasa bahwa doanya tidak dikabulkan. Sikap putus asa itu disebabkan karena manusia merasa bahwa apa yang dijalankan melalui doanya itu, akan benar-benar memunculkan pengabulan dan Allah.Tanpa disadari bahwa ijabah itu adalah Hak Allah bukan hak hamba. Dalam situasi keputusasaan itulah hamba Allah cenderung mengabaikan munajatnya sehingga ia kehilangan hudlur (hadir) bersama Allah.
Dalam ulasannya terhadap wacana di atas, Syekh Zaruq menegaskan, bahwa tipikal manusia dalam konteks berdoa ini ada tiga hal:
Pertama, seseorang menuju kepada Tuhannya dengan kepasrahan total, sehingga ia meraih ridha-Nya. Hamba ini senantiasa bergantung dengan-Nya, baik doa itu dikabulkan seketika maupun ditunda. la tidak peduli apakah doa itu akan dikabulkan dalam waktu yang panjang atau lainnya.
Kedua, seseorang tegak di depan pintu-Nya dengan harapan penuh pada janji-Nya dan memandang aturan-Nya. Hamba ini masih kembali pada dirinya sendiri dengan pandangan yang teledor dan syarat-syarat yang tidak terpenuhi, sehingga mengarah pada keputusasaan dalam satu waktu, namun kadang-kadang penuh harapan optimis. Walaupun hasratnya sangat ringan, toh syariatnya menjadi besar dalam hatinya.
Ketiga, seseorang yang berdiri tegak di pintu Allah namun disertai dengan sejumlah cacat jiwa dan kealpaan, dengan hanya menginginkan keinginannya belaka tanpa mengikuti aturan dan hikmah. Orang ini sangat dekat dengan keputusasaan, kadang-kadang terjebak dalam keragu-raguan, kadang-kadang terlempar dijurang kebimbangan. Semoga Allah mengampuninya.
Syekh Abu Muhammad Abdul Aziz al-Mahdawi mengatakan, �Siapa pun yang tidak menyerahkan pilihannya dengan suka rela kepada Allah Ta'ala, maka orang tersebut terkena istidraj (sanjungan yang terhinakan). Orang tersebut termasuk golongan mereka yang disebut oleh Allah: �Penuhilah kebutuhannya, karena Aku benci mendengarkan keluhannya.� Tetapijika seseorang memasrahkan pada pilihan Allah, bukan pilihan dirinya, maka otomatis doanya telah terkabul, walaupun beium terwujud bentuknya. Sebab amal itu sangat tergantung pada saat akhirnya.
Wacana di atas dilanjutkan:
Allahlah yang menjamin ijabah doa itu menurut pilihan-Nya padamu, bukan menurut pilihan seleramu, kelak pada waktu yang dikehendaki-Nya, bukan menurut waktu yang engkau kehen-daki.
Seluruh doa hamba pasti dijamin pengabulannya. Sebagaimana dalam firman Allah :
'Berdoalah kepada-Ku, niscaya Aku akan mengabulkan bagimu.
Allah menjamin pengabulan itu melalui janji-Nya. Janji itu jelas bersifat mutlak. Hanya saja dalam ayat tersebut Allah tidak menfirmankan dengan kata-kata,menurut tuntutanmu, atau menurut waktu yang engkau kehendaki, atau menurut kehendakmu itu sendiri.
Dalam hadits Rasutullah SAW bersabda: Tak seorang pun pendoa, melainkan ia berada di antara salah satu dari tiga kelompok ini: Kadang ia dipercepat sesuai dengan permintaannya, atau ditunda (pengka-bulannya) demi pahalanya, atau ia dihindarkan dari keburukan yang menimpanya. (HR. Imam Ahmad dan AI-Hakim).
Dalam hadits lain disebutkan,Doa di antara kalian bakal di ijabahi, sepanjang kalian tidak tergesa-gesa, (sampai akhirnya) seseorang mengatakan, Aku telah berdoa, tapi tidak diijabahi untukku. (HR. Bukhari-Muslim)
Dalam menafsiri suatu ayat Telah benar-benar doa kalan berdua di ijabahi maksudnva baru 40 tahun diijabahi doanya. Menurut Syekh Abul Hasan asy-Syadzili, perihal firman Allah: Maka hendaknya kalian berdua istiqamah, maksudnya adalah tidak tergesa-gesa. Sedangkan ayat, Dan janganlah kalian mengikuti jalannya orang-orang yang tidak mengetahui, maksudnya adalah orang-orang yang menginginkan agar disegerakan ijabah doanya. Bahwa ijabah doa itu diorientasikan pada pilihan Allah, baik dalam bentuk yang riil ataupun waktunya, semata karena tiga hal:
Pertama, karena kasih sayang dan pertolongan Allah pada hamba-Nya. Sebab Allah Maha Murah, Maha Asih dan Maha Mengetahui. Dzat Yang Maha Murah apabila dimohon oleh orang yang memuliakan-Nya, ia akan diberi sesuatu yang lebih utama menurut Kemahatahuan-Nya. Sementara seorang hamba itu pada dasarnya bodoh terhadap mana yang baik dan yang lebih bermashlahat. Terkadang seorang hamba itu mencintai sesuatu padahal sesuatu itu buruk baginya, dan terkadang ia membenci sesuatu padahal yang dibenci itu lebih baik baginya. Inilah yang seharusnya difahami pendoa.
Kedua, bahwa sikap tergantung pada pilihan Allah itu merupakan sikap yang bisa mengabadikan hukum-hukum ubudiyah, di samping lebih mengakolikan wilayah rububiyah. Sebab manakala suatu ijabah doa itu tergantung pada selera hamba dengan segala jaminannya, niscaya doa itu sendiri lebih mengatur Allah. Dan hal demikian suatu tindakan yang salah.
Ketiga, doa itu sendiri adalah ubudiyah. Rahasia doa adalah menunjukkan betapa seorang hamba itu serba kekurangan. Kalau saja ijabah doa itu menurut keinginan pendoanya secara mutlak, tentu bentuk serba kurang itu tidak benar. Dengan demikian pula, rahasia taklif (kewajiban ubudiyah) menjadi keliru, padahal arti dari doa adalah adanya rahasia taklij'itu sendiri. Oleh sebab itu, lbnu Athaillah as-Sakandari menyatakan pada wacana selanjutnya:
Janganlah membuat dirimu ragu pada janji Allah atas tidak terwujudnya sesuatu yang dijanjikan Allah, walaupun waktunya benar-benar nyata.
Maksudnya, kita tidak boleh ragu pada janji Allah. Terkadang Allah memperlihatkan kepada kita akan terjadinya sesuatu yang kita inginkan dan pada waktu yang ditentukan. Namun tiba-tiba tidak muncul buktinya. Kenyataan seperti itu jangan sampai membuat kita ragu-ragu kepada janji Allah itu sendiri. Allah mempunyai maksud tersendiri dibalik semua itu, yaitu melanggengkan rububiyah atas ubudiyah hamba-Nya. Syarat-syarat ijabah atasjanji-Nya, terkadang tidak terpenuhi oleh hamba-Nya. Karena itu Allah pun pernah menjanjikan pertolongan kepada Nabi-Nya Muhammad SAW dalam perang Uhud dan Ahzab serta memenangkan kota Mekkah. Tetapi Allah menutupi syarat-syarat meraih pertolongan itu, yaitu syarat adanya sikap merasa hina di hadapan Allah yang bisa menjadi limpahan pertolongan itu sendiri. Sebab Allah berfirnian dalam At-Taubah: Allah benar-benar menolongmu pada Perang Badar, ketika kamu sekalian merasa hina .
Kenapa demikian? Sebab sikap meragukan janji Allah itu bisa mengaburkan pandangan hati kita terhadap karunia Allah sendiri. As-Sakandari meneruskan:
Agar sikap demikian tidak mengaburkan mata hatimu dan meredupkan cahaya rahasia batinmu.
Bahwa disebut di sana padanya pengaburan mata hati dan peredupan cahaya rahasia batin, karena sikap skeptis terhadap Allah itu, akan menghilangkan tujuan utama dan keleluasaan pandangan pengetahuan dibalik janji Allah itu.
Lelaki Rupawan
Ada damai
Diam....,
Dalam indahnya pagi ini
Coba menerka-nerka
Seindah apakah wajahmu
Rupawan...
Itu kata mereka...
Berbunga-bunga bak taman nan indah
Menelisik Qalbu ini
Ketika ku Coba bayangkan
Betapa rupawannya wajahmu
Dalam diam
Kunikmati Pesonamu
Dalam tunduk
Kuakui Kemuliaanmu
Dalam Cinta
Kumerindumu
Dalam hidup
Kucoba
Berada sejalan
Dalam naungan Cinta-NYA
Belajar lewat cara mu
Mencintai-NYA
Lewat Cintamu,
Kupun Belajar mencinta
Hanya pada Cinta yang kau tuju pun
Aku ikut larut
Menapaki jalan-jalan
Yang sama indah
Lewat nestapa badan yang kau rasa
Kau nikmati cinta-NYA
Kau agungkan sang maha Agung
Tegar hatimu
Lebih Tegar dari batu karang
Yang abadi di lautan
Kemuliaan
Menaungimu
Kesalihan,itu pribadimu
Ketatan itu aqhlakmu
Pada-NYA
Duhai
Lelaki Rupawan Kekasih Allah
Dambaan Syurga
Pelipur manusia dari nestap
Tetap tegar di sanubari Sang Insan
Penguat Raga
Penyejuk Jiwa
Sang Penjaga Kemulian DAkwah.
Diam....,
Dalam indahnya pagi ini
Coba menerka-nerka
Seindah apakah wajahmu
Rupawan...
Itu kata mereka...
Berbunga-bunga bak taman nan indah
Menelisik Qalbu ini
Ketika ku Coba bayangkan
Betapa rupawannya wajahmu
Dalam diam
Kunikmati Pesonamu
Dalam tunduk
Kuakui Kemuliaanmu
Dalam Cinta
Kumerindumu
Dalam hidup
Kucoba
Berada sejalan
Dalam naungan Cinta-NYA
Belajar lewat cara mu
Mencintai-NYA
Lewat Cintamu,
Kupun Belajar mencinta
Hanya pada Cinta yang kau tuju pun
Aku ikut larut
Menapaki jalan-jalan
Yang sama indah
Lewat nestapa badan yang kau rasa
Kau nikmati cinta-NYA
Kau agungkan sang maha Agung
Tegar hatimu
Lebih Tegar dari batu karang
Yang abadi di lautan
Kemuliaan
Menaungimu
Kesalihan,itu pribadimu
Ketatan itu aqhlakmu
Pada-NYA
Duhai
Lelaki Rupawan Kekasih Allah
Dambaan Syurga
Pelipur manusia dari nestap
Tetap tegar di sanubari Sang Insan
Penguat Raga
Penyejuk Jiwa
Sang Penjaga Kemulian DAkwah.
Rabu, 09 Desember 2009
Damai Nan Indah
Damai detik ini
Sejuk
Bak kipas- kipas yang bergerak
Menyejukkan Qalbu
Nan sejenak menikmati damai detik ini
Ada damai yang sempat terlupa selama ini
Merah Cinta-NYA hari ini
Menyadarkan ku
Bahwa
Aku masi punya nafas
Sesaat untuk detik ini
Ada nikmat yang aku lupa
Ternyata Cinta-NYA
Tetap setia pada detik-detik nafasku.
Sejuk
Bak kipas- kipas yang bergerak
Menyejukkan Qalbu
Nan sejenak menikmati damai detik ini
Ada damai yang sempat terlupa selama ini
Merah Cinta-NYA hari ini
Menyadarkan ku
Bahwa
Aku masi punya nafas
Sesaat untuk detik ini
Ada nikmat yang aku lupa
Ternyata Cinta-NYA
Tetap setia pada detik-detik nafasku.
Jangan Pernah Menyerah Karena Kegagalan
Setiap manusia pasti pernah merasakan kegagalan , kekecewaan atau sejenisnya. Namun setiap manusia memiliki respon yang berbeda dari peristiwa kegagalannya tersebut. Beda seorang pemenang dan pecundang adalah sikap mereka dalam merespon kegagalan tersebut. Seorang yang pemenang bukanlah orang yang tidak pernah merasakan kegagalan, namun mereka mampu bangkit kembali dari kegagalan tersebut sekaligus menjadikan peristiwa kegagalannya sebagai sebuah pelajaran yang berharga. Mereka mampu mengatasi tekanan berat dari peristiwa kegagalannya tersebut.
Berikut ini beberapa tips untuk mengatasi kegagalan yang kita alami:
1.mencoba melakukan hal yang positif
Cobalah alihkan pikiran anda dengan menyibukkan diri melakukan hal-hal yang positif. Misalnya menyapu halaman rumah, menyiram tanaman di kebun, membaca buku-buku yang menarik, dan lain sebagainya. Lakukan tindakan dimana anda adalah penguasa hidup anda.
Lakukan sesuatu yang berharga untuk orang lain. Bantulah orang lain. Layanilah orang lain. Kemudian lihatlah bagaimana anda bisa bermanfaat dan dapat menolong orang lain. Setelah itu berpikir dan merenunglah sejenak betapa anda mampu memberikan banyak manfaat dan dapat menolong banyak orang, sekarang waktunya anda menolong DIRI ANDA!
2.Kegagalan itu untuk di terima dan diakui
Tidak perlu mencari kambing hitam untuk disalahkan sebagai penyebab kegagalan. Masa lalu, situasi , lingkungan atau orang tua bukanlah faktor2 penyebab dominan dari kegagalan (kecil kemungkinan terjadi) . Kita sendirilah yg bertanggung jawab atas setiap kegagalan yang terjadi . Menyalahkan situasi atau orang lain hanyalah usaha untuk melarikan diri dari kenyataan. Langkah yang paling bijak adalah menerimanya sebagai kenyataan dan kita harus mengakui kegagalan2 tersebut. Hanya dengan mengakui dan menerimanya, beban akibat kegagalan akan terasa lebih ringan dan kita akan segera siap untuk meninggalkan kegagalan.
3.Kegagalan bukanlah alasan untuk berhenti
Adakah bayi yang langsung bisa berjalan dengan normal? Setiap bayi pernah merasakan jatuh ketika belajar berjalan. Yang membuat bayi pada akhirnya bisa berjalan normal adalah kegigihannya untuk tidak pernah berhenti mencoba berjalan kendatipun seringkali tersungkur. Jadikanlah diri anda layaknya seorang bayi yang baru belajar berjalan, jatuh / gagal adalah proses pembelajaran sampai anda benar-benar berhasil. Yang terpenting bukan berapa kali kita jatuh melainkan seberapa kuat mental kita untuk kemudian bangkit kembali setelah kejatuhan tersebut.
4.Kegagalan merupakan pelajaran yang berharga
Orang bijak mengatakan, ‘Kegagalan adalah pelajaran yang paling berharga’.
Maka jangan cuma menyesali dan meratapinya, belajarlah dari kegagalan-kegagalan yang anda alami. Pelajari mengapa anda sampai gagal. Sehingga di lain waktu anda bisa lebih hati-hati dalam setiap tindakan. Dan kegagalan yang lalu tidak akan terulang lagi pada diri anda. Konon keledai yg terkenal dungu itu tidak pernah jatuh untuk kedua kali kedalam lubang yg sama. Apalagi manusia yg dikaruniai kemapuan untuk belajar . Kita bisa menrik pelajaran dari setiap kegagalan yg kita alami.Seorang bussinesman yang gagal ketika memulai usaha bisa belajar dan mengevaluasi kegagalannya. Seorang pembalap yang kalah bisa belajar dari kekalahannya sehingga ketika balapan berikutnya bisa mengalami kemenangan. Maka kita pun bisa belajar dari kegagalan yang dialami untuk kemudian dijadikan pelajaran supaya tidak terulang.
Kesimpulannya: jangan sekalipun anda menyerah oleh kegagalan!! kesuksesan mungkin tidak akan diperoleh dengan sekali perjuangan, namun merupakan rangkaian kerja keras, pembelajaran dan usaha terus menerus. Sukses bukan hanya faktor kemampuan semata, lebih dari itu keuletan dan kesabaran merupakan faktor yang paling dominan. so... tetap semangat dan jangan lupa tetaplah bertawakal pada ALLAH
Berikut ini beberapa tips untuk mengatasi kegagalan yang kita alami:
1.mencoba melakukan hal yang positif
Cobalah alihkan pikiran anda dengan menyibukkan diri melakukan hal-hal yang positif. Misalnya menyapu halaman rumah, menyiram tanaman di kebun, membaca buku-buku yang menarik, dan lain sebagainya. Lakukan tindakan dimana anda adalah penguasa hidup anda.
Lakukan sesuatu yang berharga untuk orang lain. Bantulah orang lain. Layanilah orang lain. Kemudian lihatlah bagaimana anda bisa bermanfaat dan dapat menolong orang lain. Setelah itu berpikir dan merenunglah sejenak betapa anda mampu memberikan banyak manfaat dan dapat menolong banyak orang, sekarang waktunya anda menolong DIRI ANDA!
2.Kegagalan itu untuk di terima dan diakui
Tidak perlu mencari kambing hitam untuk disalahkan sebagai penyebab kegagalan. Masa lalu, situasi , lingkungan atau orang tua bukanlah faktor2 penyebab dominan dari kegagalan (kecil kemungkinan terjadi) . Kita sendirilah yg bertanggung jawab atas setiap kegagalan yang terjadi . Menyalahkan situasi atau orang lain hanyalah usaha untuk melarikan diri dari kenyataan. Langkah yang paling bijak adalah menerimanya sebagai kenyataan dan kita harus mengakui kegagalan2 tersebut. Hanya dengan mengakui dan menerimanya, beban akibat kegagalan akan terasa lebih ringan dan kita akan segera siap untuk meninggalkan kegagalan.
3.Kegagalan bukanlah alasan untuk berhenti
Adakah bayi yang langsung bisa berjalan dengan normal? Setiap bayi pernah merasakan jatuh ketika belajar berjalan. Yang membuat bayi pada akhirnya bisa berjalan normal adalah kegigihannya untuk tidak pernah berhenti mencoba berjalan kendatipun seringkali tersungkur. Jadikanlah diri anda layaknya seorang bayi yang baru belajar berjalan, jatuh / gagal adalah proses pembelajaran sampai anda benar-benar berhasil. Yang terpenting bukan berapa kali kita jatuh melainkan seberapa kuat mental kita untuk kemudian bangkit kembali setelah kejatuhan tersebut.
4.Kegagalan merupakan pelajaran yang berharga
Orang bijak mengatakan, ‘Kegagalan adalah pelajaran yang paling berharga’.
Maka jangan cuma menyesali dan meratapinya, belajarlah dari kegagalan-kegagalan yang anda alami. Pelajari mengapa anda sampai gagal. Sehingga di lain waktu anda bisa lebih hati-hati dalam setiap tindakan. Dan kegagalan yang lalu tidak akan terulang lagi pada diri anda. Konon keledai yg terkenal dungu itu tidak pernah jatuh untuk kedua kali kedalam lubang yg sama. Apalagi manusia yg dikaruniai kemapuan untuk belajar . Kita bisa menrik pelajaran dari setiap kegagalan yg kita alami.Seorang bussinesman yang gagal ketika memulai usaha bisa belajar dan mengevaluasi kegagalannya. Seorang pembalap yang kalah bisa belajar dari kekalahannya sehingga ketika balapan berikutnya bisa mengalami kemenangan. Maka kita pun bisa belajar dari kegagalan yang dialami untuk kemudian dijadikan pelajaran supaya tidak terulang.
Kesimpulannya: jangan sekalipun anda menyerah oleh kegagalan!! kesuksesan mungkin tidak akan diperoleh dengan sekali perjuangan, namun merupakan rangkaian kerja keras, pembelajaran dan usaha terus menerus. Sukses bukan hanya faktor kemampuan semata, lebih dari itu keuletan dan kesabaran merupakan faktor yang paling dominan. so... tetap semangat dan jangan lupa tetaplah bertawakal pada ALLAH
Minggu, 06 Desember 2009
Lekuk Yang Indah
Memang tak beraturan
Beraturan pada satu garis lurus
Kadang kekiri, lalu kekanan
Kadang rapi
Tapi tak diragukan kadang semerawut.
Acapkali ketika itu tergores
Tak dpat dihapus
kufikir....
ku diam...
bosan...
berhenti
mandek
Istirahat mungkin...
tapi lekuk itu tetap akan
Tak beraturan.
Karna yng tak lurus itu kadang2 indah
Walau kadang-kadang menyusahkan
biarlah pena warna kehidupan ini
tetap bergerak
Mungkin
Terkadang membentuk garis lurus
Tapi pasti
Nantipun akan mengukir garis lekuk
Lihatlah...
kini guratan2 itu
membentuk lekuk-lekuk yang indah
Kaya seni
Sarat makna
Duhai lekuk-lekuk
Garis hidup yang indah.
Beraturan pada satu garis lurus
Kadang kekiri, lalu kekanan
Kadang rapi
Tapi tak diragukan kadang semerawut.
Acapkali ketika itu tergores
Tak dpat dihapus
kufikir....
ku diam...
bosan...
berhenti
mandek
Istirahat mungkin...
tapi lekuk itu tetap akan
Tak beraturan.
Karna yng tak lurus itu kadang2 indah
Walau kadang-kadang menyusahkan
biarlah pena warna kehidupan ini
tetap bergerak
Mungkin
Terkadang membentuk garis lurus
Tapi pasti
Nantipun akan mengukir garis lekuk
Lihatlah...
kini guratan2 itu
membentuk lekuk-lekuk yang indah
Kaya seni
Sarat makna
Duhai lekuk-lekuk
Garis hidup yang indah.
Kamis, 29 Oktober 2009
Ada juga yang melarang wanita dengan menggunakan dalil merupakan hadits Nabi shallallahu alaihi wasallam.
Diriwayatkan oleh Ibnu Umar marfu`an bahwa, "Wanita itu adalah aurat, bila dia keluar rumah, maka syetan menaikinya." (HR Tirmizy)
Dari segi matan, hadits ini memang cukup jelas menyebutkan tentang keluarnya wanita akan menjadikan para syetan beristisyraf. Sehingga secara sekilas di dalam kesan bahwa ketika seorang wanita keluar rumah, maka syetan akan menaikinya dan akan menjadi sumber masalah baik bagi dirinya maupun bagi orang lain.
Karena itu banyak ulama yang ingin mengurung wanita di dalam rumah yang menjadikan hadits ini sebagai hadits ''gacoan''. Ke mana-mana yang disebut-sebut adalah hadits ini.
Tapi apakah benar hadits ini 100% shahih tanpa kritik?
Memang kalau Nashiruddin Al-Albani jelas menshahihkan hadits ini. Lihat kitab beliau Silsilah Ahadits Shahihah nomor 2688. Juga terdapat dalam Shahih At-Targhib 246, Shahih Tirmizy 936, Shahih Al-Jami'' 6690, Shahih Ibnu Khuzaemah 1685.
Sebab isi hadits ini sejalan dengan pendapatnya yang ingin mengurung para wanita di dalam rumah.
Namun di sisi lain, tidak sedikit dari para ulama hadits banyak yang mempersoalkan kedudukan hadits ini. Alasannya ada beberapa hal, antara lain:
1. Sesungguhnya isnad hadits ini tidak tersambung kepada Rasululah shallallahu alaihi wasallam, isnadnya munqathi'' (terputus). Karena Hubaib bin Abi Tsabit, salah seorang di antara mata rantai perawinya dikenal sebagai mudallis. Dia tidak mendengar langsung dari Ibnu Umar.
2. Dikatakan hadits ini shahih terdapat dalam Al-Ausath-nya At-Tabrani. Padahal Mu''jam At-Thabrani Al-Awsath bukan kitab sunan. At-Thabarani sendiri tidak meniatkannya sebagai kitab shahih. Beliau justru hanya sekedar mengumpulkan hadits-hadits yang ma''lul (bermasalah). Agar orang-orang tahu kemunkarannya.
Sayangnya, ada orang-orang yang datang kemudian, malah menshahihkan hadits-hadits di dalamnya. Seandainya Imam At-thabarani masih hidup dan tahu apa yang dilakukan orang-orang sekarang ini, pastilah beliau tidak menuliskannya.
3. Imam At-Thabarani pada dasarnya juga tidak meriwayatkan hadits itu di dalam Al-Awsathnya.
4. Dikatakan bahwa Ibnu Khuzaemah juga menshahihkan hadits ini. Padahal perkataan itu tidak lain adalah tadlis. Ibnu Khuzaemah tidak pernah menshahihkan hadits ini. Bahkan beliau menjelaskan ''illatnya. Beliau menuliskan sebuah judul: Babu Ikhtiyari Shalatil Mar''ah fi Baitiha ''ala Shalatiha fil Masjid, in tsabatal hadits.
Kata penutup in tsabatal hadits justru menunjukkan bahwa beliau belum memastikan keshahihan hadits itu.
Dan perdebatan antara para muhaddits tidak ada habisnya tentang keshahihan hadits ini. Sebagian bilang itu hadits shahih tapi yang lain bilang itu hadits yang bermasalah.
Maka ketika ada sebagian kalangan yang ingin mengurung wanita di dalam rumah dengan berdasarkan haditsi ini, tidak semua sepakat membenarkannya.
dr: ustsarwat.com
Tags: wanita, hadits
muqorrobin
muqorrobin
* View Groups (9)
* Photos of syaikhul
* Personal Message
* RSS Feed [?]
* Report Abuse
sumber semilir angin.
Diriwayatkan oleh Ibnu Umar marfu`an bahwa, "Wanita itu adalah aurat, bila dia keluar rumah, maka syetan menaikinya." (HR Tirmizy)
Dari segi matan, hadits ini memang cukup jelas menyebutkan tentang keluarnya wanita akan menjadikan para syetan beristisyraf. Sehingga secara sekilas di dalam kesan bahwa ketika seorang wanita keluar rumah, maka syetan akan menaikinya dan akan menjadi sumber masalah baik bagi dirinya maupun bagi orang lain.
Karena itu banyak ulama yang ingin mengurung wanita di dalam rumah yang menjadikan hadits ini sebagai hadits ''gacoan''. Ke mana-mana yang disebut-sebut adalah hadits ini.
Tapi apakah benar hadits ini 100% shahih tanpa kritik?
Memang kalau Nashiruddin Al-Albani jelas menshahihkan hadits ini. Lihat kitab beliau Silsilah Ahadits Shahihah nomor 2688. Juga terdapat dalam Shahih At-Targhib 246, Shahih Tirmizy 936, Shahih Al-Jami'' 6690, Shahih Ibnu Khuzaemah 1685.
Sebab isi hadits ini sejalan dengan pendapatnya yang ingin mengurung para wanita di dalam rumah.
Namun di sisi lain, tidak sedikit dari para ulama hadits banyak yang mempersoalkan kedudukan hadits ini. Alasannya ada beberapa hal, antara lain:
1. Sesungguhnya isnad hadits ini tidak tersambung kepada Rasululah shallallahu alaihi wasallam, isnadnya munqathi'' (terputus). Karena Hubaib bin Abi Tsabit, salah seorang di antara mata rantai perawinya dikenal sebagai mudallis. Dia tidak mendengar langsung dari Ibnu Umar.
2. Dikatakan hadits ini shahih terdapat dalam Al-Ausath-nya At-Tabrani. Padahal Mu''jam At-Thabrani Al-Awsath bukan kitab sunan. At-Thabarani sendiri tidak meniatkannya sebagai kitab shahih. Beliau justru hanya sekedar mengumpulkan hadits-hadits yang ma''lul (bermasalah). Agar orang-orang tahu kemunkarannya.
Sayangnya, ada orang-orang yang datang kemudian, malah menshahihkan hadits-hadits di dalamnya. Seandainya Imam At-thabarani masih hidup dan tahu apa yang dilakukan orang-orang sekarang ini, pastilah beliau tidak menuliskannya.
3. Imam At-Thabarani pada dasarnya juga tidak meriwayatkan hadits itu di dalam Al-Awsathnya.
4. Dikatakan bahwa Ibnu Khuzaemah juga menshahihkan hadits ini. Padahal perkataan itu tidak lain adalah tadlis. Ibnu Khuzaemah tidak pernah menshahihkan hadits ini. Bahkan beliau menjelaskan ''illatnya. Beliau menuliskan sebuah judul: Babu Ikhtiyari Shalatil Mar''ah fi Baitiha ''ala Shalatiha fil Masjid, in tsabatal hadits.
Kata penutup in tsabatal hadits justru menunjukkan bahwa beliau belum memastikan keshahihan hadits itu.
Dan perdebatan antara para muhaddits tidak ada habisnya tentang keshahihan hadits ini. Sebagian bilang itu hadits shahih tapi yang lain bilang itu hadits yang bermasalah.
Maka ketika ada sebagian kalangan yang ingin mengurung wanita di dalam rumah dengan berdasarkan haditsi ini, tidak semua sepakat membenarkannya.
dr: ustsarwat.com
Tags: wanita, hadits
muqorrobin
muqorrobin
* View Groups (9)
* Photos of syaikhul
* Personal Message
* RSS Feed [?]
* Report Abuse
sumber semilir angin.
Suara wanita Aurat ?
Dalil bahwa suara wanita bukan aurat, adalah Al-Qur`an dan As-Sunnah. Dalil dari Al-Qur`an terdapat dalam dalil-dalil umum yang mewajibkan, menyunnahkan, atau memubahkan berbagai aktivitas, yang berarti mencakup pula bolehnya wanita melakukan aktivitas-aktivitas itu.
Wanita berhak dan berwenang melakukan aktivitas jual beli (QS 2: 275; QS 4:29), berhutang piutang (QS 2:282), sewa menyewa (ijarah) (QS 2:233; QS 65:6), memberikan persaksian (QS 2:282), menggadaikan barang (rahn) (QS 2:283), menyampaikan ceramah (QS 16:125; QS 41:33), meminta fatwa (QS 16:43), dan sebagainya. Jika aktivitas-aktivitas ini dibolehkan bagi wanita, artinya suara wanita bukanlah aurat sebab semua aktivitas itu adalah aktivitas yang berupa perkataan-perkataan (tasharrufat qauliyah). Jika suara wanita aurat, tentu syara akan mengharamkan wanita melakukannya (Muhammad Syuwaiki, Al-Khalash wa Ikhtilaf An-Nas, hal. 106).
Adapun dalil As-Sunnah, antara lain bahwa Rasulullah shallallahu alaihi wasallam mengizinkan dua wanita budak bernyanyi di rumahnya (Shahih Bukhari, hadits no. 949 & 952; Shahih Muslim, hadits no. 892). Pernah pula Rasulullah shallallahu alaihi wasallam mendengar nyanyian seorang wanita yang bernazar untuk memukul rebana dan bernyanyi di hadapan Rasulullah (HR. Tirmidzi, dinilainya sahih. Imam Asy-Syaukani, Nailul Authar, VII/119). Dalil As-Sunnah ini menunjukkan suara wanita bukanlah aurat, sebab jika aurat tentu tidak akan dibiarkan oleh Rasulullah (Abdurrahman Al-Baghdadi, Seni Dalam Pandangan Islam, hal. 69-70).
Namun demikian, syara mengharamkan wanita bersuara manja, merayu, mendesah, dan semisalnya, yang dapat menimbulkan hasrat yang tidak-tidak dari kaum lelaki, misalnya keinginan berbuat zina, berselingkuh, berbuat serong, dan sebagainya. Firman Allah (artinya) : maka janganlah kamu tunduk dalam berbicara sehingga berkeinginanlah orang yang ada penyakit dalam hatinya dan ucapkanlah perkataan yang baik. (QS Al-Ahzab [33] : 32)
sumber : konsultasi islam @wordpress
Tags: wanita
Tapi wallahu alam, bagaimana dengan suara wanita yang mendayu2,seperti artis2 atau seniman2 wanita yang lain yang tak jarang suaranya itu mempesona kaum hawa apalagi kaum adam, ana khawatir ini bisa jadi fitnah. so... ada yang bisa memberikan penjelasan kepada ana ?
Wanita berhak dan berwenang melakukan aktivitas jual beli (QS 2: 275; QS 4:29), berhutang piutang (QS 2:282), sewa menyewa (ijarah) (QS 2:233; QS 65:6), memberikan persaksian (QS 2:282), menggadaikan barang (rahn) (QS 2:283), menyampaikan ceramah (QS 16:125; QS 41:33), meminta fatwa (QS 16:43), dan sebagainya. Jika aktivitas-aktivitas ini dibolehkan bagi wanita, artinya suara wanita bukanlah aurat sebab semua aktivitas itu adalah aktivitas yang berupa perkataan-perkataan (tasharrufat qauliyah). Jika suara wanita aurat, tentu syara akan mengharamkan wanita melakukannya (Muhammad Syuwaiki, Al-Khalash wa Ikhtilaf An-Nas, hal. 106).
Adapun dalil As-Sunnah, antara lain bahwa Rasulullah shallallahu alaihi wasallam mengizinkan dua wanita budak bernyanyi di rumahnya (Shahih Bukhari, hadits no. 949 & 952; Shahih Muslim, hadits no. 892). Pernah pula Rasulullah shallallahu alaihi wasallam mendengar nyanyian seorang wanita yang bernazar untuk memukul rebana dan bernyanyi di hadapan Rasulullah (HR. Tirmidzi, dinilainya sahih. Imam Asy-Syaukani, Nailul Authar, VII/119). Dalil As-Sunnah ini menunjukkan suara wanita bukanlah aurat, sebab jika aurat tentu tidak akan dibiarkan oleh Rasulullah (Abdurrahman Al-Baghdadi, Seni Dalam Pandangan Islam, hal. 69-70).
Namun demikian, syara mengharamkan wanita bersuara manja, merayu, mendesah, dan semisalnya, yang dapat menimbulkan hasrat yang tidak-tidak dari kaum lelaki, misalnya keinginan berbuat zina, berselingkuh, berbuat serong, dan sebagainya. Firman Allah (artinya) : maka janganlah kamu tunduk dalam berbicara sehingga berkeinginanlah orang yang ada penyakit dalam hatinya dan ucapkanlah perkataan yang baik. (QS Al-Ahzab [33] : 32)
sumber : konsultasi islam @wordpress
Tags: wanita
Tapi wallahu alam, bagaimana dengan suara wanita yang mendayu2,seperti artis2 atau seniman2 wanita yang lain yang tak jarang suaranya itu mempesona kaum hawa apalagi kaum adam, ana khawatir ini bisa jadi fitnah. so... ada yang bisa memberikan penjelasan kepada ana ?
Selasa, 27 Oktober 2009
Cukup Satu Alasan
Ilmu.....
Huh......
Entah sejak kapan
Aku mulai memikirkannya
Ada hampa yang meruak dada
Ketika kutapaki jalan-jalannya
Hambar yang slalu
Aku temui
Anehnya aku tetap setia mengejarnya
Walau sesekali aku sering merasa bosan
Tapi anehnya aku tetap setia menitinya
Pernah berfikir untuh meninggalkannya
Lalu kucoba untk sedikit menjauhinya
Namun terpaksa aku harus sadar
Aku terlalu membutuhkannya
Sukar lepas dan melepaskannya
Keterpaksaan yang selalu hadir
Ketika aku mengejarnya
Hingga ikhlaspun sukar menemaniku
Untuk mengejarnya
Tapi tetap
Aku benar-benar sadar
Aku benar-benar membutuhkannya
Dan aku tahu
Bosan....
Terlalu sering menggangguku
Hingga aku lega
Ternyata benar
Aku harus mengejarnya
Hanya dengan satu alasan
KHASYYAH.
By. Yanti Ambiya
Baturaja, 26 Oktober 2009
Huh......
Entah sejak kapan
Aku mulai memikirkannya
Ada hampa yang meruak dada
Ketika kutapaki jalan-jalannya
Hambar yang slalu
Aku temui
Anehnya aku tetap setia mengejarnya
Walau sesekali aku sering merasa bosan
Tapi anehnya aku tetap setia menitinya
Pernah berfikir untuh meninggalkannya
Lalu kucoba untk sedikit menjauhinya
Namun terpaksa aku harus sadar
Aku terlalu membutuhkannya
Sukar lepas dan melepaskannya
Keterpaksaan yang selalu hadir
Ketika aku mengejarnya
Hingga ikhlaspun sukar menemaniku
Untuk mengejarnya
Tapi tetap
Aku benar-benar sadar
Aku benar-benar membutuhkannya
Dan aku tahu
Bosan....
Terlalu sering menggangguku
Hingga aku lega
Ternyata benar
Aku harus mengejarnya
Hanya dengan satu alasan
KHASYYAH.
By. Yanti Ambiya
Baturaja, 26 Oktober 2009
Senin, 26 Oktober 2009
Beda
Ada yang berbeda hari ini
Ah....
Rasa bahagia
Suka cita.
Tuhan jangan kau cabut nikmat ini
Tuhan pelihara aku dalam islam-Mu
Ah....
Rasa bahagia
Suka cita.
Tuhan jangan kau cabut nikmat ini
Tuhan pelihara aku dalam islam-Mu
Minggu, 25 Oktober 2009
Rancuh
senja nan indah...
Tidak ada alasan untuk tak bersyukur
Kulalui hari ini dengan perjalanan yang panjang
Ada yang membuat sesak, tak dapat di singkirkan.
Mungkinkah aku tlah mendurhakai-Nya
Kesadaran yang jarang terjaga.
Fitrah Illahiyah yang tak dapat di pertahankan.
Rancuh,
pastinya.
semerawut.
memang, entah mulai dari mana aku harus mengurainya.
Lalu kuputuskan
Kulalui jalan yang memang kakiku dapat bergerak menapaki kehidupan ini.
Tapi tetap rancuh,
tak berujung,
dan entah kapan.
kapan
dan kapan
ini menjadi benang-benang yang bisa manfaat untuk umat.
dan sekarang tetap
Rancuh Pada KESEMERAWUTANNYA.
Yanti ambiya
25 oktober 2009
Tidak ada alasan untuk tak bersyukur
Kulalui hari ini dengan perjalanan yang panjang
Ada yang membuat sesak, tak dapat di singkirkan.
Mungkinkah aku tlah mendurhakai-Nya
Kesadaran yang jarang terjaga.
Fitrah Illahiyah yang tak dapat di pertahankan.
Rancuh,
pastinya.
semerawut.
memang, entah mulai dari mana aku harus mengurainya.
Lalu kuputuskan
Kulalui jalan yang memang kakiku dapat bergerak menapaki kehidupan ini.
Tapi tetap rancuh,
tak berujung,
dan entah kapan.
kapan
dan kapan
ini menjadi benang-benang yang bisa manfaat untuk umat.
dan sekarang tetap
Rancuh Pada KESEMERAWUTANNYA.
Yanti ambiya
25 oktober 2009
Ku awali semua dengan Bismillahirahmanirrahim,
ada banyak hal yang membuat saya memutuskan untuk memulai ini, seperti berat tapi harus. Moga ini menjadi berkah dan rahmat untuk semesta alam dan beserta isinya.
Langganan:
Postingan (Atom)