Total Tayangan Halaman

Kamis, 29 Oktober 2009

Ada juga yang melarang wanita dengan menggunakan dalil merupakan hadits Nabi shallallahu alaihi wasallam.

Diriwayatkan oleh Ibnu Umar marfu`an bahwa, "Wanita itu adalah aurat, bila dia keluar rumah, maka syetan menaikinya." (HR Tirmizy)

Dari segi matan, hadits ini memang cukup jelas menyebutkan tentang keluarnya wanita akan menjadikan para syetan beristisyraf. Sehingga secara sekilas di dalam kesan bahwa ketika seorang wanita keluar rumah, maka syetan akan menaikinya dan akan menjadi sumber masalah baik bagi dirinya maupun bagi orang lain.

Karena itu banyak ulama yang ingin mengurung wanita di dalam rumah yang menjadikan hadits ini sebagai hadits ''gacoan''. Ke mana-mana yang disebut-sebut adalah hadits ini.

Tapi apakah benar hadits ini 100% shahih tanpa kritik?

Memang kalau Nashiruddin Al-Albani jelas menshahihkan hadits ini. Lihat kitab beliau Silsilah Ahadits Shahihah nomor 2688. Juga terdapat dalam Shahih At-Targhib 246, Shahih Tirmizy 936, Shahih Al-Jami'' 6690, Shahih Ibnu Khuzaemah 1685.

Sebab isi hadits ini sejalan dengan pendapatnya yang ingin mengurung para wanita di dalam rumah.

Namun di sisi lain, tidak sedikit dari para ulama hadits banyak yang mempersoalkan kedudukan hadits ini. Alasannya ada beberapa hal, antara lain:

1. Sesungguhnya isnad hadits ini tidak tersambung kepada Rasululah shallallahu alaihi wasallam, isnadnya munqathi'' (terputus). Karena Hubaib bin Abi Tsabit, salah seorang di antara mata rantai perawinya dikenal sebagai mudallis. Dia tidak mendengar langsung dari Ibnu Umar.

2. Dikatakan hadits ini shahih terdapat dalam Al-Ausath-nya At-Tabrani. Padahal Mu''jam At-Thabrani Al-Awsath bukan kitab sunan. At-Thabarani sendiri tidak meniatkannya sebagai kitab shahih. Beliau justru hanya sekedar mengumpulkan hadits-hadits yang ma''lul (bermasalah). Agar orang-orang tahu kemunkarannya.

Sayangnya, ada orang-orang yang datang kemudian, malah menshahihkan hadits-hadits di dalamnya. Seandainya Imam At-thabarani masih hidup dan tahu apa yang dilakukan orang-orang sekarang ini, pastilah beliau tidak menuliskannya.

3. Imam At-Thabarani pada dasarnya juga tidak meriwayatkan hadits itu di dalam Al-Awsathnya.

4. Dikatakan bahwa Ibnu Khuzaemah juga menshahihkan hadits ini. Padahal perkataan itu tidak lain adalah tadlis. Ibnu Khuzaemah tidak pernah menshahihkan hadits ini. Bahkan beliau menjelaskan ''illatnya. Beliau menuliskan sebuah judul: Babu Ikhtiyari Shalatil Mar''ah fi Baitiha ''ala Shalatiha fil Masjid, in tsabatal hadits.

Kata penutup in tsabatal hadits justru menunjukkan bahwa beliau belum memastikan keshahihan hadits itu.

Dan perdebatan antara para muhaddits tidak ada habisnya tentang keshahihan hadits ini. Sebagian bilang itu hadits shahih tapi yang lain bilang itu hadits yang bermasalah.

Maka ketika ada sebagian kalangan yang ingin mengurung wanita di dalam rumah dengan berdasarkan haditsi ini, tidak semua sepakat membenarkannya.


dr: ustsarwat.com
Tags: wanita, hadits

muqorrobin
muqorrobin

* View Groups (9)
* Photos of syaikhul
* Personal Message
* RSS Feed [?]
* Report Abuse

sumber semilir angin.

Suara wanita Aurat ?

Dalil bahwa suara wanita bukan aurat, adalah Al-Qur`an dan As-Sunnah. Dalil dari Al-Qur`an terdapat dalam dalil-dalil umum yang mewajibkan, menyunnahkan, atau memubahkan berbagai aktivitas, yang berarti mencakup pula bolehnya wanita melakukan aktivitas-aktivitas itu.


Wanita berhak dan berwenang melakukan aktivitas jual beli (QS 2: 275; QS 4:29), berhutang piutang (QS 2:282), sewa menyewa (ijarah) (QS 2:233; QS 65:6), memberikan persaksian (QS 2:282), menggadaikan barang (rahn) (QS 2:283), menyampaikan ceramah (QS 16:125; QS 41:33), meminta fatwa (QS 16:43), dan sebagainya. Jika aktivitas-aktivitas ini dibolehkan bagi wanita, artinya suara wanita bukanlah aurat sebab semua aktivitas itu adalah aktivitas yang berupa perkataan-perkataan (tasharrufat qauliyah). Jika suara wanita aurat, tentu syara akan mengharamkan wanita melakukannya (Muhammad Syuwaiki, Al-Khalash wa Ikhtilaf An-Nas, hal. 106).

Adapun dalil As-Sunnah, antara lain bahwa Rasulullah shallallahu alaihi wasallam mengizinkan dua wanita budak bernyanyi di rumahnya (Shahih Bukhari, hadits no. 949 & 952; Shahih Muslim, hadits no. 892). Pernah pula Rasulullah shallallahu alaihi wasallam mendengar nyanyian seorang wanita yang bernazar untuk memukul rebana dan bernyanyi di hadapan Rasulullah (HR. Tirmidzi, dinilainya sahih. Imam Asy-Syaukani, Nailul Authar, VII/119). Dalil As-Sunnah ini menunjukkan suara wanita bukanlah aurat, sebab jika aurat tentu tidak akan dibiarkan oleh Rasulullah (Abdurrahman Al-Baghdadi, Seni Dalam Pandangan Islam, hal. 69-70).

Namun demikian, syara mengharamkan wanita bersuara manja, merayu, mendesah, dan semisalnya, yang dapat menimbulkan hasrat yang tidak-tidak dari kaum lelaki, misalnya keinginan berbuat zina, berselingkuh, berbuat serong, dan sebagainya. Firman Allah (artinya) : maka janganlah kamu tunduk dalam berbicara sehingga berkeinginanlah orang yang ada penyakit dalam hatinya dan ucapkanlah perkataan yang baik. (QS Al-Ahzab [33] : 32)


sumber : konsultasi islam @wordpress
Tags: wanita


Tapi wallahu alam, bagaimana dengan suara wanita yang mendayu2,seperti artis2 atau seniman2 wanita yang lain yang tak jarang suaranya itu mempesona kaum hawa apalagi kaum adam, ana khawatir ini bisa jadi fitnah. so... ada yang bisa memberikan penjelasan kepada ana ?

Selasa, 27 Oktober 2009

Cukup Satu Alasan

Ilmu.....
Huh......
Entah sejak kapan
Aku mulai memikirkannya

Ada hampa yang meruak dada
Ketika kutapaki jalan-jalannya
Hambar yang slalu
Aku temui
Anehnya aku tetap setia mengejarnya
Walau sesekali aku sering merasa bosan

Tapi anehnya aku tetap setia menitinya
Pernah berfikir untuh meninggalkannya
Lalu kucoba untk sedikit menjauhinya
Namun terpaksa aku harus sadar
Aku terlalu membutuhkannya

Sukar lepas dan melepaskannya
Keterpaksaan yang selalu hadir
Ketika aku mengejarnya
Hingga ikhlaspun sukar menemaniku
Untuk mengejarnya
Tapi tetap
Aku benar-benar sadar
Aku benar-benar membutuhkannya
Dan aku tahu
Bosan....
Terlalu sering menggangguku

Hingga aku lega
Ternyata benar
Aku harus mengejarnya
Hanya dengan satu alasan
KHASYYAH.


By. Yanti Ambiya
Baturaja, 26 Oktober 2009

Senin, 26 Oktober 2009

Beda

Ada yang berbeda hari ini
Ah....
Rasa bahagia
Suka cita.

Tuhan jangan kau cabut nikmat ini
Tuhan pelihara aku dalam islam-Mu

Minggu, 25 Oktober 2009

Rancuh

senja nan indah...
Tidak ada alasan untuk tak bersyukur
Kulalui hari ini dengan perjalanan yang panjang
Ada yang membuat sesak, tak dapat di singkirkan.

Mungkinkah aku tlah mendurhakai-Nya
Kesadaran yang jarang terjaga.
Fitrah Illahiyah yang tak dapat di pertahankan.

Rancuh,
pastinya.
semerawut.
memang, entah mulai dari mana aku harus mengurainya.

Lalu kuputuskan
Kulalui jalan yang memang kakiku dapat bergerak menapaki kehidupan ini.

Tapi tetap rancuh,
tak berujung,
dan entah kapan.

kapan
dan kapan
ini menjadi benang-benang yang bisa manfaat untuk umat.

dan sekarang tetap
Rancuh Pada KESEMERAWUTANNYA.

Yanti ambiya
25 oktober 2009

Ku awali semua dengan Bismillahirahmanirrahim,

ada banyak hal yang membuat saya memutuskan untuk memulai ini, seperti berat tapi harus. Moga ini menjadi berkah dan rahmat untuk semesta alam dan beserta isinya.